Kategori
Society

Fakta Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia bernama Elang Haast

Fakta Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia bernama Elang Haast

Fakta Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia bernama Elang Haast – Elang merupakan salah satu dari hewan yang terdapat di seluruh Indonesia. Dalam Bahasa inggris, eagle atau elang merujuk pada burung pemangsa berukuran besar dari suku Accipitridae terutama genus Aquila. Sementara itu burung-burung pemangsa yang lebih kecil dalam Daftar Burung Indonesia nomor 2 disebut Elang-alap (Hawk, genus Accipiter).

Elang adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah. Sebagai burung, elang berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.

Seperti yang kita tahu, elang merupakan salah satu jenis burung terbesar saat ini. Namun ternyata, dulu pernah hidup elang purba yang download aplikasi open card berukuran jauh lebih besar daripada elang yang hidup saat ini. Elang itu merupakan Harpagornis moorei atau disebut elang haast.

1. Memiliki ukuran tubuh raksasa
5 Fakta Elang Haast, Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia

Kalian pasti berpikir kalau elang sekarang berukuran besar, bukan? Tapi, elang haast mempunyai ukuran yang jauh lebih besar dari elang yang hidup saat ini, lho. Dilansir nzbirdsonline.org.nz, elang ini memiliki panjang tubuh 90-140 cm dan lebar tubuh 1,4 meter.

Beratnya dapat mencapai 17,8 kilogram dan lebar sayap mencapai 3 meter. Ukuran tubuh elang haast betina umumnya lebih besar dari elang haast jantan. Panjang cakar elang haast bisa mencapai 9 cm, kurang lebih sama seperti panjang cakar harimau.

2. Pernah menjadi predator top di masanya
5 Fakta Elang Haast, Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia

Elang haast pernah menjadi predator paling puncak, bahkan di atas singa dan serigala, seperti disebutkan stuff.co.nz. Elang haast memangsa beberapa jenis burung yang gak bisa terbang, terutama burung moa yang beratnya mencapai 200 kg. Bobot burung moa ini 15 kali lebih berat daripada elang haast. Selain burung moa, elang haast juga menyantap aptornis, weka, takahē, angsa, bebek, dan bahkan manusia, seperti dilansir dari nzherald.co.nz.

Dikutip dari nzbirdsonline.org.nz, elang haast mampu menyerang pada kecepatan lebih dari 80 km per jam. Elang ini sering menangkap tulang pinggul mangsanya dengan kuku-kukunya, kemudian membunuh dengan sebuah pukulan pada bagian kepala, leher, atau bagian yang lain dari mangsanya.

Paruhnya yang besar digunakan untuk menyobek organ dalam mangsanya, sehingga mangsanya seringkali mati karena kehabisan darah. Dengan ketiadaan predator besar lain pada saat itu, elang haast dapat dengan mudah memonopoli sebuah area luas untuk membunuh banyak mangsa setiap harinya.

3. Bisa mengangkat dan membawa terbang tubuh manusia

5 Fakta Elang Haast, Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusiadalam suku Maori, elang haast disebut sebagai burung pemangsa anak-anak, seperti dikutip dari smithsonianmag.com. Namun, sains mengatakan bahwa hal itu mungkin saja benar. Hingga kini memang belum ada bukti elang haast menjadikan manusia sebagai mangsa, namun para peneliti meyakini hal tersebut karena ukuran tubuhnya yang besar dan kuat.

Para peneliti menggunakan computed axial tomography atau CAT untuk memindai beberapa tengkorak, panggul, dan paruh elang haast dalam upaya merekonstruksi ukuran otak, mata, telinga, dan sumsum tulang belakang burung purba itu.

Mereka membandingkan data tentang elang Haast dengan karakteristik burung pemangsa modern untuk memastikan bahwa elang haast adalah pemangsa menakutkan yang memakan burung moa dan bahkan manusia.

4. Memiliki habitat di Selandia Baru, elang ini dulunya berukuran kecil yang kemudian berevolusi menjadi besar
5 Fakta Elang Haast, Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia

Seperti dilaporkan, dulu elang haast mendiami Pulau Selatan di Selandia Baru, yang terdiri dari permukaan laut hingga zona subalpine. Fosil tulang elang haast ditemukan di beberapa lokasi di Pulau Selatan dan di satu lokasi di Pulau Stewart. Kebanyakan fosil tulang ditemukan di bagian selatan dan timur Pulau Selatan. Menurut tradisi lisan suku Maori dari akhir 1800-an, elang ini tercatat hidup di daerah pegunungan sampai pada akhirnya punah.

Seperti diberitakan dari canterburymuseum.com dan stuff.co.nz, nenek moyang elang haast yang berukuran kecil kemungkinan tiba di Selandia Baru dari Australia pada awal zaman es, yaitu kurang dari 2,5 juta tahun yang lalu.

Meningkatnya gletser pada saat itu membersihkan petak-petak hutan lebat di Selandia Baru, dan kemungkinan besar menyediakan habitat terbuka yang sesuai bagi nenek moyang elang haast untuk berevolusi menjadi berukuran besar dengan cepat.

5. Punah akibat menipisnya jumlah mangsa, perusakan habitat, dan juga perburuan manusia
5 Fakta Elang Haast, Burung Purba yang Bisa Memangsa Manusia

Elang haast telah punah sejak 500-600 tahun yang lalu. Pada saat itu, suku Maori mulai menduduki Selandia Baru dan berburu burung moa. Menurut ABC Newssebelum pendudukan suku Maori, penghuni terbesar Selandia Baru sekitar 750 tahun yang lalu yaitu burung moa dan elang haast. Karena burung moa sebagai mangsa utama elang haast semakin menipis, elang haast pada akhirnya menjadi punah.

Hilangnya habitat akibat pembakaran hutan di Pulau Selatan dan semak belukar oleh manusia mungkin juga menyebabkan penurunan spesies mangsa-mangsa yang lain. Selain itu, elang haast kemungkinan juga telah diburu manusia untuk diambil tulangnya, beberapa di antaranya bahkan telah dibuat menjadi perkakas.

Nah, itulah tadi lima fakta tentang elang haast, salah satu hewan purba raksasa yang mampu memangsa manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *