Categories
Relationship

Tanda Pasangan Hanya Sedang Bosan

Tanda Pasangan Hanya Sedang Bosan tapi Gak Berniat Putus Hubungan

Tanda Pasangan Hanya Sedang Bosan – Dalam menjalin sebuah hubungan memang nggak selalu mulus ya guys. Meski dilandasi rasa saling cinta, namun terkadang ada saja masalah yang menimbulkan sebuah perdebatan dan akhirnya jadi berantem.

Bosan sebenarnya adalah hal yang wajar dirasakan dalam hubungan. Selama bosan tersebut gak mengganggu jalannya jalinan cintamu dan pasangan, maka gak ada yang perlu dikhawatirkan. Mungkin saja pemicu rasa bosan yang pasangan rasakan karena ada beberapa hal yang membuatnya jenuh. Atau dikarenakan intensitas pertemuan kalian yang cukup sering hampir tiap harinya.

Nah, beberapa tanda di bawah ini akan menjelaskan jika Live22 Indonesia pasangan hanya sedang bosan tapi gak ada niatan untuk putus hubungan.

Pasangan tetap menerima ajakan kencanmu, meski beberapa kesempatan dia menolak secara halus

Biasanya pasangan yang bosan akan menjaga jarak darimu dalam beberapa kesempatan, namun bukan berarti dia berniat menjauhimu. Sebab dia masih menerima ajakan kencan yang kamu tawarkan, meskipun sesekali dia menolaknya secara halus. Jika sudah demikian, kamu gak perlu terlalu memaksanya bahkan menaruh rasa curiga yang berlebihan, ya.

Membicarakan agenda berlibur atau jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan

Jika pasangan akhir-akhir ini senang membicarakan destinasi atau tempat menyenangkan untuk berlibur. Maka gak ada salahnya untuk mengabulkan permintaannya tersebut, apalagi ketika kalian sedang luang atau ada hari libur.

Misalnya mengajaknya ke pantai eksotis di kotamu, walau jaraknya yang ditempuh cukup jauh. Namun bisa saja dengan begitu, kalian lebih dekat karena hampir seharian melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Belakangan ini komunikasi kalian memang berkurang, namun dia tetap memerhatikanmu

Walau belakangan ini intensitas komunikasi kalian jadi berkurang, namun pasangan bukan berarti sepenuhnya gak memedulikanmu. Dia tetap bertanya kondisi dan kabarmu, dia pun tak lupa memintamu berhati-hati ketika sedang beraktivitas. Perhatiannya masih bisa kamu rasakan walau gak tiap jam bahkan hari kalian bertukar pesan.

Dia lebih fokus pada hobinya namun gak lupa memberitahumu jika dia sedang sibuk

Meski akhir-akhir ini pasangan tampak asyik dengan dunianya, namun dia gak berniat mengabaikan apalagi melupakanmu. Meski demikian, dia selalu menyempatkan waktunya untuk memberitahumu jika dia sedang sibuk. Sehingga kamu gak perlu cemas menunggu kabar kondisinya seharian ini.

Daripada meminta break, pasangan berkata kalau dia hanya sedang butuh me time

Walau pasangan sedang dilanda perasaan bosan, namun dia gak pernah meminta untuk break. Sebab break bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah dalam hubungan, apalagi alasan yang dipakai hanyalah merasa bosan saja. Pasangan justru meminta me time kepadamu, karena ingin melepas rasa penat dan jenuh yang sedang dirasakan.

Jangan berpikiran yang negatif dulu ya, jika pasangan berkata dia sedang bosan atau dari sikapnya yang kamu baca. Karena bisa saja pasangan hanya butuh ruang sendiri untuk kembali menghadirkan rasa rindu di hatinya.

Categories
Relationship

Cara Keliru Meyakinkan Orangtua

Cara Keliru Meyakinkan Orangtua untuk Merestui Hubungan Asmaramu

Cara Keliru Meyakinkan OrangtuaHubungan asmara butuh restu  orang tua  jika ingin melanjutkan ke tahap yang lebih serius. Tapi kadang-kadang hal itu jadi tantangan, sama dengan perbedaan usia, status, asal daerah, dan latar belakang keluarga.

Membahas soal hubungan asmara dan restu orangtua nampaknya akan selalu ada aja kasus dimana Live22 Slot terjadi perbedaan pendapat antara anak dan orangtua ya. Gak jarang, restu pun begitu sulit didapat dan bahkan terkesan dilarang. Hambatan dan rintangan seperti ini, herannya justru jadi alasan bagi sang anak untuk semakin membangkang dan menentang orangtuanya.

Saat susah mendapat restu, kita memang seringkali merasa bahwa hal itu adalah sebuah cobaan dalam hubungan. Namun, bukan berarti kita harus menyikapinya dengan cara yang ekstrim atau keliru ya, guys. Ini nih beberapa cara keliru yang harus kita hindari saat menghadapi orangtua yang belum memberi restu pada hubungan kita.

Gaya komunikasi dan beda zaman menjadi dinding penghalang untuk proses disetujui. Bila Anda sedang mengalaminya saat ini, ada tips baik intip dari pakar ini.

Melakukan pembangkangan dengan sengaja

Ego manusia memang seringkali mengarahkan kita pada sesuatu yang keliru. Salah satunya adalah justru sengaja memancing amarah orang lain ketika apa yang kita inginkan belum berhasil kita dapatkan. Sengaja melakukan pembangkangan dan pemberontakan pada orangtua yang belum memberi restu sebenarnya hanyalah perbuatan yang sia-sia dan malah mengundang masalah.

Kekanakan-kanakan banget kan kalau kita malah melakukan pemberontakan seperti kabur dari rumah sementara sejatinya semua bisa dibicarakan baik-baik dan dari hati ke hati.

Selalu menjelaskan dengan emosi

Baik yang lain yang harus dihindari saat menghitung soal hubungan asmaramu kepada orangtua menjelaskan segala hal dengan emosi. Kamu begitu frustasi dan putus asa sehingga emosi dalam menjabarkan hubunganmu saat ini. Kalau begini sih, orangtuamu jadi lebih gak yakin kan.

Ngotot dan gak mau mendengar

Gak cuma dalam menghubungkan restu orang tua, zaman sekarang kita sudah jadi lebih familiar dengan kesalahan yang satu ini. Yaitu keinginan untuk mendengar. Kita lebih suka didengar tapi gak mau menempatkan diri sebagai pendengar. Alhasil, kesalahpahaman pasti lebih sering terjadi.

Hanya melihat dari sudut pandangmu

Kekeliruan berikutnya adalah melihat semua hal dari sudut pandangmu aja. Kamu gak mau tau soal opini orang lain termasuk orangtuamu. Kamu gak peduli bahkan jika apa yang mereka katakan itu ada benarnya. Kamu ngotot dan mati-matian meminta restu dengan cara yang keliru. Sampai kapan mau begini,  guys?

Selalu berprasangka buruk terhadap orangtuamu

Gak sedikit juga nih orang-orang yang belum mendapat restu dari orangtuanya justru malah berprasangka buruk dan menganggap keputusan orangtuanya itu diambil tanpa dasar. Itupun, bisa jadi semua itu karena dia begitu sayang dan ingin yang terbaik untukmu. Daripada sibuk berprasangka, lebih baik luangkan waktu untuk duduk bersama dan membicarakan semuanya dengan santai dan emosi yang tetap terjaga.

Mendapat restu memang jadi hubungan yang menghubungkan beberapa pasangan. Cara mengatasinya sebenarnya berbeda-beda tergantung dengan karakter dan sifat orangtuamu masing-masing. Yang penting, jangan sampai kita malah melakukan kekeliruan yang tadi sudah terpengaruh di atas ya. Siap, semuanya  ?

Categories
Relationship

Bahagia Punya Peran pada Hubungan yang Langgeng

Studi Menemukan Rasa Bahagia Punya Peran pada Hubungan yang Langgeng

Bahagia Punya Peran pada Hubungan yang Langgeng – Menjalani pernikahan, setiap pasangan suami-istri harus memiliki dua hal dalam hubungan mereka agar pernikahan bisa bahagia dan langgeng hingga tua. Banyak orang mungkin penasaran, apa yang bisa membuat pernikahan bahagia dan langgeng?

Setiap orang punya kesempatan hidup bersama dengan orang yang dicintai. Namun, tidak setiap dari mereka bisa mendukung. Tak hanya pada tahap pacaran, pasangan yang telah bertahun-tahun menikah, pun belum tentu bisa bersama selamanya.

Sementara itu, ada pula kisah cinta dari kekasih yang mampu bertahan hingga maut. Sejalan dengan topik ini, kami mencari tahu apa saja indikator yang membuat hubungan bertahan lama. Berikut ulasan dari beberapa ahli dan hasil Live22 Indonesia studi tentang hubungan.

Salah satu hasil studi dari O’Leary menekankan pada  passion for life , di mana emosi yang kuat berperan penting dalam hubungan

Siapa sangka bahwa pemikiran sedikit obsesif terhadap pasangan, akan berdampak positif pada hubungan? Setidaknya, prinsip ini berlaku bagi perempuan.

Menurut penelitian O’Leary, dimensi lain dari indikator hubungan yang berjalan lama, menunjukkan pemikiran pemikiran obsesif pada pasangan. Perempuan tak begitu peduli di mana pasangannya berada saat itu. Mereka justru mengembangkan pemikiran obsesif yang masih dalam batas wajar.

O’Lear kuaty dan mengikuti juga  semangat hidup,  di mana emosi memengaruhi hubungan percintaan individu. Hubungan yang berlandaskan  gairah,  sering kali berkolaborasi bersama  gairah  dari hobi, bahkan aktivitas politik secara pribadi.

Otak kita dirancang sedemikian rupa untuk menerima respons yang sama kuatnya antara frekuensi hubungan asmara dengan hal-hal yang menarik bagi kita.

Jeli memilih topik yang penting untuk dibahas, menjadi salah satu rahasia pernikahan yang langgeng

Setelah menikah atau ketika dua orang hidup bersama, pasangan memang menemukan persamaan dalam beberapa hal. Namun pada satu waktu, tak bisa ditampik bahwa keduanya merupakan orang dengan karakter berbeda. Meski bukan perkara mudah, usaha untuk menyesuaikan itu, sebenarnya berlangsung melalui proses dari waktu ke waktu.

Melansir dari Psychcentral, Psikolog dan Ahli Kesehatan Mental, John Grahol, membagikan lima aspek rahasia dalam hubungan pernikahan. Ia menyarankan supaya lebih jeli dalam memilih topik bahasan yang perlu dibicarakan bersama pasangan.

Grahol memisalkan, apakah seseorang sungguh-sungguh ingin bertengkar karena hal kecil seperti siapa yang harus membersihkan kamar mandi, atau menyimpan energi untuk topik penting seperti kondisi keuangan, karier, atau pendidikan anak.

Begitu banyak pasangan bertengkar karena sesuatu yang tak perlu. Termasuk, ketika hal itu di luar dari konteks isu penting dalam hubungan.

Peneliti menemukan 12 analisis faktor yang menjadi penguat hubungan

Menurut jurnal Social Psychological and Personality Science (2012), psikolog Stony Brook University, K. Daniel O’Leary dan timnya, menyebutkan bahwa tak banyak orang yang masih saling mencintai dalam kurun waktu 10 tahun pernikahan. Namun O’Leary dan tim justru menemukan analisis faktor yang dapat menguatkan pernikahan pada mereka yang hubungannya langgeng.

Faktor penguat hubungan itu dibagi menjadi 12 dimensi, yang mana beberapa di antaranya adalah berpikir positif terhadap pasangan (baik saat bersama atau tidak), menunjukkan perhatian dan minat pada hubungan seksual, berbagi judul novel dan aktivitas menantang, hingga perasaan bahagia secara umum dalam diri seseorang.

Sementara itu, ada hal lain yang justru bisa menghambat hubungan pernikahan. Misalnya, bersikap needy

Dilansir lamarieeenfolie.com, psikolog dan penulis Esther Perel, menyebutkan bahwa bersikap terlalu membutuhkan pasangan adalah musuh dari hubungan romantis jangka panjang.

“Ketika aku melihat pasanganku melakukan apa yang menarik menurutnya, aku melihat dan memahami beberapa pemahaman baru, bahwa kita masih bisa saling terbuka dan berada di sisi satu sama lain. Jika kalian ingin mempertahankan hubungan, beri kesempatan pasangan melakukan apa yang mereka suka,” terang Perel.

Terlalu membutuhkan pasangan, yang dapat diartikan ketika kita mencari rasa aman dan stabilitas darinya, sikap ini akan menghalangi keberlangsungan hubungan itu sendiri. Namun saat kita tahu kapan waktunya bersikap independen, ini akan berdampak baik pada hubungan.

Lantas, apa saja faktor yang memengaruhi kepuasan pada hubungan yang langgeng dan bahagia?

Dilansir lamarieeenfolie.com, Antropolog Biologi dan Peneliti Senior dari The Kinsey Institute, Helen Fisher, memberikan temuan mengenai tiga elemen esensial neuro-kimia pada pada orang dengan kepuasan hubungan tinggi. Fisher melakukan scan otak dan hasil komponen itu terdiri dari empati, mengendalikan perasaan dan stres, serta mengembangkan pandangan positif terhadap pasangan.

Pada hubungan bahagia, individu mencoba memahami perspektif dari pasangan, alih-alih selalu bersikap membenarkan diri. Mengendalikan diri dalam hal ini, menurut Fisher, juga tentang mengontrol kata-kata yang keluar ketika kita marah, hingga aktivitas coping seperti pergi olahraga, membaca buku, atau bermain dengan hewan peliharaan.

Mencoba melihat pandangan positif dari pasangan, mungkin terdengar seperti ilusi positif. Namun pada saat tertentu, ini dibutuhkan untuk mengurangi pemikiran negatif.

Tidak ada pasangan yang sempurna di dunia. Meski demikian, hubungan yang sempurna dapat terwujud bersedia kita bersedia fokus pada hal yang penting. Latihan mempraktikkan  pola pikir  ini, bukan hanya baik untuk pikiran, melainkan juga untuk hubungan.

Categories
Relationship

Kebiasaan Burukmu Bikin Pasangan Putuskan Hubungan

Kebiasaan Burukmu Ini Bikin Pasangan Makin Mantap Putuskan Hubungan

Kebiasaan Burukmu Bikin Pasangan Putuskan Hubungan – Saat ini mungkin kamu sedang merasa galau karena baru saja diputuskan oleh wanitamu tanpa alasan yang jelas. Padahal kamu merasa tidak ada alasan yang berarti untuk putus.

Kamu merasa bahwa si dia berbohong dengan alasannya yang terlalu ‘mengambang’. Putus dan patah hati memang jadi siklus yang wajar dan normal terjadi ketika kamu berada dalam suatu hubungan. Apalagi kalau pasangan yang memutuskan dirimu, sudah pasti bikin kamu jadi sedih dan juga bertanya-tanya.

Tetapi sebelum itu kamu harus introspeksi dirimu dulu, jangan-jangan ada hal darimu yang bikin pasangan jadi punya pikiran untuk lekas memutuskanmu. Karena mungkin saja ada beberapa kebiasaan buruk yang masih kamu pelihara. Dan hal tersebut rupanya bisa bikin pasangan makin mantap buat putuskan hubungan.

Suka mencari-cari kesalahan pasangan tiap kali berdebat atau bertengkar

Dilansir taupier.net, daripada mencari-cari kesalahan pasangan ketika bertengkar atau berdebat, ada baiknya fokus pada penyelesaiannya saja. Karena kalau kebiasaanmu tersebut masih dipelihara, bukan gak mungkin bisa menghadirkan masalah baru dalam hubungan.

Pasangan juga pasti akan semakin jenuh dan lelah hati, karena sikapmu tersebut gak menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi masalah atau sesuatu.

Suka membandingkan pasangan dengan orang lain

Gak ada yang suka dan senang kalau dirinya dibandingkan dengan orang lain, coba posisikan dirimu sendiri sebelum membandingkan pasangan dengan orang lain. Pasti rasanya gak nyaman dan juga bisa menimbulkan perasaan minder, nah hal itu yang juga dirasakan oleh pasanganmu.

Membandingkan bukanlah hal yang bijak, karena tiap jalan hidup seseorang berbeda-beda. Yang menurutmu tampak baik dan sempurna belum tentu kenyataannya demikian.

Suka mengumbar masalah hubungan di media sosial

Kalau kamu punya kebiasaan mengumbar masalahmu di media sosial dan pasangan pernah menegurnya. Ada baiknya segera kamu hentikan, karena media sosial bukanlah tempat yang tepat untuk membagikan masalah pribadi atau hubungan.

Gak bijak dalam menggunakan media sosial bisa merugikan diri sendiri serta orang lain. Jadi kalau kamu gak segera mengurangi atau menghilangkan kebiasaan tersebut, mungkin pasangan akan makin mantap nantinya untuk lekas berpisah denganmu.

Terlalu tenggelam dengan duniamu sendiri

Semua orang pasti punya kesukaan atau kegiatan yang biasa dilakukan tiap harinya. Namun hal tersebut bukan jadi pembenaran buat mengabaikan pasangan. Kalau kamu sepakat menjalani hubungan, tandanya kamu harus siap berkomitmen dan merawat hubungan tersebut sebaik-baiknya. Bukannya sibuk dengan diri sendiri sampai hubunganmu dibiarkan begitu saja.

Sulit mengakui kesalahan dan meminta maaf

Kalau kamu memang merasa berbuat salah baik yang disengaja atau tidak, maka jangan berpikir dua kali untuk meminta maaf. Mengakui kesalahan adalah langkah yang tepat untuk membuat suasana dalam hubungan gak jadi bermasalah.

Kalau kamu justru sulit mengakui kesalahan dan juga meminta maaf, pasangan akan menganggapmu orang yang egois dan gak cukup dewasa untuk menjalani hubungan.

Well, kalau kamu punya kebiasaan buruk maka gak ada salahnya untuk diubah jadi lebih baik lagi. Apalagi pasangan pernah menegurmu, kalau kamu abaikan bukan gak mungkin pasangan mantap buat memutuskan hubungan kalian.

 

Categories
Relationship

Penyebab Putus Hubungan di Masa Awal Pacaran

Penyebab Putus Hubungan di Masa Awal Pacaran, Sepele tapi Fatal

Penyebab Putus Hubungan di Masa Awal Pacaran – Rasa cinta saja tak cukup menjamin kita akan hidup bahagia bersama pasangan. Ada kalanya, kita harus mundur selangkah dan meninggalkan orang yang kita cintai demi menemukan kebahagiaan sejati.

Mengulik lebih luas alasan ‘gak cocok’ yang sering dikambinghitamkan saat putus, apa sebenarnya yang menyebabkan pasangan mengakhiri hubungan mereka yang baru dijalin? Bagaimana dua orang yang sedang hangat-hangatnya bertukar chemistry, mendadak walkout dalam hubungan?

Semakin lama durasi pasangan berbagi kehidupan bersama, semakin kompleks pula faktor yang memengaruhi. Berikut ulas bahasan ini lebih lanjut melalui beberapa penelitian dari ahli.

Kurangnya komunikasi

Dalam hubungan, istilah “diam itu emas” tak selamanya menguntungkan. Sederhananya, komunikasi yang buruk akan mengakibatkan munculnya kesalahpahaman. Goldsmith menambahkan aspek ini dan menempatkannya sebagai alasan kenapa hubungan yang baru berjalan pun bisa berakhir.

“Komunikasi adalah aspek penting dalam hubungan. Jika kamu tak memiliki komunikasi yang baik, kamu tak akan mendapatkan hubungan yang baik. Hubungan menjadi semakin datar. Jadi, duduklah dengan secangkir kopi dan gunakan kata-kata sebagai langkah untuk saling memahami. Kamu akan menemukan banyak hal melebihi apa yang kamu pikirkan saat itu,” terang Goldsmith.

Terlalu sering memberi kritik pada pasangan

Sementara itu, Psikolog Amerika, John Gottman, menyimpulkan analisis teori The Four Horsemen of the Apocalypse, yang mana merupakan prediksi putus dalam hubungan berdasarkan penelitian terhadap beberapa pasangan. Dalam penelitian tersebut, Gottman mengindentifikasi empat tanda awal hubungan akan berakhir.

Menempati posisi pertama, kritik terhadap pasangan ternyata memberi dampak signifikan pada keberlangsungan hubungan. Pengelolaan emosi dan buruknya komunikasi, memicu seseorang memberi kritik. Padahal yang ingin ia sampaikan, mungkin hanya sebuah keluhan kecil.

Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa mengkritik pasangan itu berbeda dengan menyuarakan keluhan terhadap satu isu spesifik. Inilah kenapa alih-alih menyerang secara personal, masalah sebenarnya dapat diselesaikan dengan fokus pada persoalan yang dihadapi.

Kebutuhan afeksi pada pasangan yang tidak terpenuhi

Dilansir residencedaercole.com, psikoterapis Barton Goldsmith, memberi beberapa alasan kenapa hubungan dapat berakhir kapan saja. Salah satunya adalah kurangnya afeksi atau perhatian terhadap pasangan.

Misalnya, ketika kamu gak memberikan afeksi pada pasangan, lambat laun dia akan berhenti memintanya, menganggap bahwa apa yang seharusnya ia dapat dalam hubungan, tak ia dapatkan saat bersamamu. Jika aspek intimacy ini terlewat, saat itu pula pasangan merasa malu untuk memintanya kembali.

Menurut Goldsmith, awal yang manis dari hubungan romantis, bisa dimulai dengan memenuhi kebutuhan intimacy. Ini bukan hanya tentang hubungan sex, melainkan juga perhatian seperti memegang tangan pasangan.

Relationship dealbreaker

Menurut jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, Relationship Dealbreakers: Traits People Avoid in Potential Mates (2015), Peter K. Jonason dan beberapa peneliti menyebutkan beberapa kriteria dealbreakers dan bagaimana hal itu memengaruhi hubungan romantis.

Jonason dan peneliti lain mengambil sampel 5.000 orang Amerika dengan rentang usia 21-76 tahun. Dari penelitian ini, mereka menemukan sepuluh relationship dealbreakers, di mana kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Penampilan kurang rapi atau kotor
  • Malas
  • Bergantung pada pasangan
  • Tak punya selera humor
  • Kurang percaya diri
  • Seks yang buruk
  • Keras kepala

Pada orang yang mampu menoleransi perbedaan pasangan, beberapa kriteria tersebut barangkali merupakan sifat umum yang dimiliki seseorang. Namun, kamu barangkali juga sepakat bahwa hubungan adalah tentang dua orang yang memiliki preferensi yang sama.

Ini berarti, meski seseorang mengetahui bahwa pasangan punya banyak kelebihan, ada hal-hal tertentu yang tak mampu diterima seperti kriteria dealbreakers  seperti di atas.

Bersikap defensif, yang mana merupakan salah satu respons dari kritik

Mengekspresikan emosi pada pasangan atau mengkritik, barangkali membuat kita lega. Namun, hal ini justru menimbulkan masalah baru, di mana kita menjadi defensif sebagai respons setelah mengkritik.

Kita menunggu pasangan kembali pada kondisi seperti semula. Gottman menempatkan tanda-tanda pasangan putus ini di urutan ketiga.

“Sikap defensif hanya akan meningkatkan konflik jika pasangan yang kritis tidak mundur atau meminta maaf. Ini karena sikap defensif adalah cara untuk menyalahkan pasangan Anda dan ini bukan pengelolaan konflik yang sehat,” jelas Gottman.

Seperti yang dikatakan Gottman, bersikap defensif justru menunjukkan kalau kita sedang menyalahkan pasangan dan ini merupakan manajemen konflik yang buruk dalam sebuah hubungan.

Itulah beberapa alasan kenapa ada orang yang mengakhiri hubungan meski durasi pacarannya baru seumur jagung. Apa kamu juga termasuk dalam hal ini? Sebelum sikap seperti ini membahayakan hubunganmu, mulai sekarang kamu bisa menghindarinya ya!

 

Categories
Relationship

Tanda Gebetan Cuma Ajak Kamu Having Fun

Tanda Gebetan Cuma Ajak Kamu Having Fun Doang dalam Hubungan

Tanda Gebetan Cuma Ajak Kamu Having Fun – Apakah kamu ingin terus menerus bersamanya? Ingin selalu tahu dia ada di mana dan sedang melakukan apa? Atau kamu juga berusaha mengendalikan perilaku mereka? Mungkin kamu memang benar-benar terobsesi pada pasanganmu.

Ketika menjalin sebuah hubungan, tentunya saja kamu ingin hubungan yang dijalani ini langgeng sampai pernikahan, bahkan selamanya. Namun, tidak semua orang menginginkan yang sama sepertimu. Ada juga yang menjalin hubungan hanya untuk having fun saja.

Untuk mengetahui, apakah gebetanmu saat ini serius atau hanya sekadar having fun saja di hubungan, dapat kamu simak kutipan dari woodcraftunfinishedfurniture.com di bawah ini tandanya.

Gak pernah ada obrolan serius tentang kelanjutan hubungan

Sudah dapat dipastikan, dia yang hanya ingin bersenang-senang saja, pastinya tidak akan pernah berbincang tentang kelanjutan hubunganmu. Jika ditanya, dia hanya akan menjawab untuk jalani saja hubungan ini semengalirnya, tanpa ada tujuan sama sekali.

Lebih tertarik dengan fisikmu saja

Bukan rahasia lagi jika sosok yang hanya ingin main-main tidak tertarik dengan kepribadianmu. Dia hanya lebih tertarik pada fisikmu saja. Gak ada obrolan yang berkualitas antara kamu dan dia, kecuali obrolan sekitar jalan bareng dan kencan saja. Bahkan, ketika berbicara dia akan fokus pada tubuhmu, bukan pada topik obrolan.

Hubunganmu dengannya hanya sebatas saling menyenangkan satu sama lain

Hubungan yang hanya untuk having fun doang, pastilah di dalamnya hanya bertujuan untuk saling menyenangkan satu sama lain. Dirinya gak akan ada di hari-hari terburukmu, atau selalu ada untukmu saat dibutuhkan. Bahkan, gebetan yang hanya ingin senang-senang denganmu saja ini sering menghilang tanpa kabar dan datang tiba-tiba.

Gak ada komunikasi layaknya pasangan kekasih yang saling terbuka

Pasangan kekasih yang benar-benar saling mencintai dan punya tujuan atas hubungannya ini, pastinya punya komunikasi yang terbuka untuk saling perhatian, peduli dan meluangkan waktu satu sama lain. Namun, beda halnya jika dia hanya ingin having fun saja. Dia hanya mengabarimu hanya saat dia butuh saja.

Banyak alasan saat diajak bertemu dengan orang-orang di sekelilingmu

Ketika kamu ingin serius dengannya, pastilah kamu ingin mengenalkan dia pada orang-orang yang ada di sekelilingmu, entah itu orangtua, sahabat, teman bahkan kerabat. Namun, jika dia banyak alasan dan gak mau untuk dikenalkan, maka kamu harus sadar bahwa dia gak serius denganmu dan cuma ingin having fun saja.
Coba cek tandanya di atas, apakah ada dalam gebetan atau pasanganmu. Sebenarnya gak masalah jika sama-sama satu tujuan. Kalau kamu niat serius tapi pasanganmu tidak, segera sudahi, ya. Jangan mau diperlakukan seperti itu karena ke depannya kamu hanya akan menemukan kekecewaan saja.
Categories
Relationship

Tipe Intimasi yang Wajib Dipahami 

Gak Cuma Hubungan Seksual, Ini Tipe Intimasi yang Wajib Dipahami

Tipe Intimasi yang Wajib Dipahami – Ketika berpikir tentang keintiman, banyak orang pasti akan mengartikan sebagai hubungan seksual. Padahal keintiman antar pasangan suami-istri tidak hanya sebatas bercinta.

Tenyata, alasan dua orang teralienasi atau merasa sendiri dan tidak cocok satu sama lain ialah berakar dari adanya masalah kedekatan atau intimasi. Intimasi menjadi faktor krusial yang mempengaruhi hubungan individu.

Nah, ternyata ada tipe intimasi yang wajib kita ketahui. Mengetahui tipe kedekatan mampu menjadi landasan untuk renungan dan intropeksi kala hubungan mulai terasa hambar. Atau bahkan memperkuat ikatan yang telah ada. Dari pada penasaran, yuk kita cek apa saja tipe-tipenya lewat twohearts-camping.com berikut ini!

Mencari kesenangan bersama, rekreasional menjadi intimasi tipe kedua nih! 

Di mana dua orang saling terhubung dan dekat dengan sama-sama melakukan suatu kegiatan yang memberikan kesenangan. Seperti saling melakukan hobi dan kesukaan bersama, jalan-jalan, menonton film dan sebagainya. Kegiatan seperti ini mampu membangun intimasi dan kedekatan lho.

Gak cuma hubungan seksual, kedekatan fisik lebih dari itu 

Sudah pasti dalam kedekatan fisik ada hubungan seksual. Tapi tak hanya itu kegiatan non seksual seperti cuddling, bergandengan tangan atau pelukan juga termasuk kedekatan fisik lho.

Hubungan Cinta Hanya Akan Berjalan Tanpa ‘Nyawa’

Memiliki kepercayaan dan keyakinan, kedekatan spiritual itu ada lho! 

Kedekatan atau intimasi paling terpenting dari semua tipe adalah kedekatan secara spiritual. Jika seseorang memiliki keyakinan, pandangan yang sama tentang dunia semua kedekatan atau intimasi yang lainnya akan mengikuti.

Biasanya kedekatan dan keterhubungan secara spiritual harus dibangun bersama dan tumbuh tidak terpisah. Spiritual tak hanya perihal doa atau beribadah bersama, tapi juga bagaimana bisa bersama-sama menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dekat secara intelegensi, bisa saling membagi ide dan pendapat masing-masing 

Kedekatan secara intelegensi juga salah satu kedekatan yang fundamental nih. Suka atau tidak kedekatan intelegensi juga mempengaruhi hubungan. Jika dua orang memiliki tingkat intelegensi yang sama mereka mampu berbagi pikiran dan nyambung saat berbicara.

Kedekatan secara intelegensi bisa diartikan pula saat dua orang membangun kedekatan dengan berbagi ide pikiran, saling mengkritisi sesuatu dan berbagi proses mental masing-masing.

Intim secara emosi dan perasaan juga penting nih! 

Kedekatan secara emosi terkadang tumpang tindih dengan  kedekatan intelektual. Yang perlu ditekankan adalah, bahwa kedekatan secara emosi lebih tertuju pada berbagi apa yang dirasakan terhadap sesuatu peristiwa.

Nah, masalah kedekatan emosional yang sering kita temui adalah permasalahan cowok yang gak bisa menebak apa yang dipikirkan cewek yang berujung pada olokan tidak peka. Akar permasalahannya adalah cowok yang memang memiliki kemampuan dalam mengartikan emosi di bawah cewek.

Nah, semoga paparan di atas bermanfaat yah! Kalo kamu tipe paling cocok dengan intimasi nomor berapa nih? Bagikan di kolom komentar yuk!

Categories
Relationship

Hubungan dengan Pasangan saat LDR Tetap Harmonis

Cara agar Hubungan dengan Pasangan saat LDR Tetap Seru dan Harmonis

Hubungan dengan Pasangan saat LDR Tetap Harmonis – Tidak ada yang ingin berpisah dengan pasangannya, apalagi setelah menikah. Namun, terkadang hubungan jarak jauh tidak dapat dihindari karena berbagai alasan termasuk pekerjaan.

Menjalani hubungan jarak jauh atau LDR memang tidak semudah seperti yang dibayangkan. Seringkali masalah datang kepada pasangan yang sedang menjalani LDR, mulai dari hal  yang kecil hingga besar. Masalah yang paling umum terjadi, tentu saja rasa bosan!

Pastinya, rasa bosan kala LDR tidak boleh dibiarkan dan harus diatasi. Nah, berikut ini webingmedia.com membagikan cara agar hubungan dengan pasangan saat LDR tetap seru dan harmonis, sehingga rasa bosan bisa dicegah! Disimak, yuk!

Luangkan waktu untuk sekedar video call dengan pasanganmu

Minimnya komunikasi bisa menjadi hal yang memicu adanya rasa bosan dalam suatu hubungan. Apalagi ditambah adanya jarak antara kalian, wah bahkan urusan jarang berkomunikasi saja bisa berdampak besar nantinya.

Luangkanlah waktu untuk melakukan video call dengan pasanganmu. Selain untuk melepas rindu, pasanganmu juga jadi tahu bahwa kamu masih memperhatikannya.

Beri tahu ia kabarmu, juga tentang hal lainnya yang mampu mempererat ikatan antara kalian. Hal ini bisa menumbuhkan rasa sayang kembali, walaupun hanya sebatas bersapa melalui dunia maya.

Sesekali, kirimkan ia makanan melalui fitur ojek online

Kamu juga harus memanfaatkan kecanggihan teknologi sekarang, nih. Sudah ada fitur pengiriman makanan yang dapat kita lakukan walau berbeda kota melalui aplikasi ojek online. Nah, kamu bisa banget sesekali mengirimkan pasanganmu makanan melalui kecanggihan teknologi ini!

Pasanganmu pasti akan merasa bahwa kamu masih memperhatikannya. Dengan begini, jauhnya jarak jadi tidak berarti lagi, deh!

Hubungan Jarak Jauh Didasari Dari Bagaimana Kualitas Komunikasi Pasangan

Jangan lupa untuk selalu memberi kabar satu sama lain

Bagi kalian para pejuang LDR, memberi kabar merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan, nih. Salah paham bisa saja terjadi jika kalian meremehkan hal ini, lho. Walaupun jarak memisahkan, bukan berarti pasangan kamu harus dibiarkan begitu saja tanpa kabar, kan?

Selain pasanganmu merasa masih dihargai keberadaannya, dengan memberi kabar artinya kamu juga membantu untuk tetap mempertahankan hubungan kalian. Jangan sampai kalian menciptakan masalah baru hanya gara-gara masalah sepele, ya!

Lakukan hal menyenangkan yang dapat dilakukan secara online

Tentunya, jangan lupa untuk melakukan hal baru yang menyenangkan walau hanya secara online. Contohnya, bermain game online atau hanya sekadar berkirim-kiriman video lucu melalui sosial media. Walau terlihat sepele, tetapi sesungguhnya hal seperti ini berpengaruh, lho!

Dengan hal kecil seperti ini, kamu akan tetap melibatkannya dalam hal-hal yang mampu membuatmu bahagia. Hubungan kalian juga tetap akan terasa seru, deh!

Jangan terlalu posesif dan hindari rasa tidak percaya terhadapnya

Kunci agar LDR-mu dengan pasangan tetap harmonis adalah rasa percaya! Walaupun berat, kamu harus perlahan belajar mempercayai pasanganmu. Jangan menuntutnya berbagai macam hal yang membuatnya risih, dan sebisa mungkin untuk tidak terlalu posesif dengannya.

Terlalu posesif berarti sama saja dengan kamu yang belum sepenuhnya percaya dengan pasanganmu. Duh, jangan sampai dia malas denganmu hanya karena ini, ya!

Itu tadi agar hubunganmu dengan pasangan tetap harmonis dan seru walau sedang LDR. Ingat, sebisa mungkin kurangi hal-hal yang mampu memicu perselisihan paham antara kalian, ya. Apabila ada masalah, selesaikan baik-baik dan jangan terbawa emosi. Oke?

Categories
Relationship

Hal Penting Diabaikan dalam Hubungan

Bukan Cinta Namanya, Kalau Hal Penting Ini Diabaikan dalam Hubungan

Hal Penting Diabaikan dalam Hubungan – Semua orang ingin merasa dicintai dan dihargai oleh pasangannya. Tetapi, bagaimana jadinya kalau sepanjang hubungan, kamu malah merasa tidak dianggap, dicueki, dan tidak dihargai? Padahal kamu sudah berusaha sekeras mungkin untuk menjaga keeratan hubungan.

Kamu dan pasangan memang merasa saling mencintai satu sama lain dan sepertinya hubunganmu gak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi sudahkah kamu yakin ataukah masih ada keraguan? Apakah memang benar selama ini kamu dan pasangan saling mencintai ataukah sebenarnya perasan itu cuma obsesi, sekadar coba-coba hubungan atau justru demi status saja.

geneannsyarns.com, berikut ini hal penting yang harusnya ada dalam hubungan dan jangan sampai mengabaikannya, karena cinta seharusnya bisa membawa perubahan baik serta positif di dalamnya.

Saling bertanggung jawab jika ada masalah dalam hubungan

Acuh, meremehkan atau bahkan lari dari masalah harusnya gak berlarut-larut jadi kebiasaan buruk dalam hubunganmu. Mengabaikan pentingnya menyelesaikan masalah hubungan justru akan menambah masalah baru lagi. Tandanya di dalam hubunganmu gak ada komitmen dan kompromi yang serius sejak awal, untuk sama-sama bertanggung jawab ketika ada masalah yang menguji keutuhan hubunganmu.

Bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf

Kadang ego dan gengsi mencegah kamu untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf pada pasangan. Padahal cukup dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan tulus bisa meredakan konflik dan membuat pasangan merasa dihargai.

Kalau hal sesederhana itu masih diabaikan dalam hubungan, hal itu menandakan sikap yang kurang dewasa dan tentunya gak mencerminkan wujud cinta itu sendiri, yaitu bersedia belajar untuk saling mengalah.

Menyelamatkan Diri Sendiri dan Menyadari Bahwa Kamu Pantas dihargai dan diperlakukan Dengan Baik

Komunikasi yang sehat

Apakah komunikasimu lancar dengan pasangan? Ataukah justru sering mengalami on dan off? Padahal komunikasi jadi salah satu hal penting dalam hubungan yang gak boleh diabaikan begitu saja. Tanpa adanya komunikasi yang sehat secara dua arah maka bisa memperbesar peluang masalah yang terjadi dalam hubunganmu.

Jika saling mencintai, harusnya juga saling menyadari komunikasi adalah hal yang gak boleh sampai diabaikan keberadaannya.

Menghormati dan menghargai masing-masing

Wujud cinta dalam hubungan bisa dilihat dari bagaimana satu sama lain saling memperlakukan pasangannya. Apakah saling menghormati dan menghargai atau justru melewati batas-batas secara berlebihan dan bisa merugikan.

Menghormati dan menghargai pasangan bisa dimulai dari hal kecil kok, misalnya gak menyela pembicaraannya saay bercerita, menghormati privasinya dan gak berkata kasar atau buruk yang bisa menyakiti hati.

Saling mendukung agar terus berkembang dan berproses ke arah yang lebih baik

Apa pun cita-cita, hobi atau kesukaan pasangan selama positif maka kamu dan dia harus mendukung satu sama lain. Apalagi kalian juga saling mendukung untuk menjdi pribadi yang lebih baik lagi, dengan mengejar cita-cita atau harapan yang membuat kualitas dalam dirimu dan pasangan semakin meningkat.

Jangan sampai kamu dan pasangan cuek dan gak ingin tahu perkembangan masing-masing, seolah hubungan berjalan sendiri-sendiri.

Well, jika memang kamu dan pasangan saling mencintai mari tunjukkan dan wujudkan dengan melakukan tindakan yang positif. Dari hal kecil sampai besar, usahakan bersama-sama jangan jadi acuh dan mengabaikan hal penting yang jadi modal hubungan awet dan harmonis.

Categories
Relationship

Ciri Pasangan Pemicu Konflik Bikin Hubungan Retak

Ciri Pasangan Pemicu Konflik Bikin Hubungan Retak, Jangan Toleransi!

Ciri Pasangan Pemicu Konflik Bikin Hubungan Retak – Setiap pasangan yang menjalin hubungan serius tentu ingin kisah asmaranya berakhir di pelaminan. Terlebih lagi jika hubungan tersebut sudah terjalin cukup lama, tentu kita sudah mulai mendambakan pernikahan.

Selain konflik yang cukup menguras batin di lingkungan kerja, kamu pun masih harus menghadapi konflik dalam hubungan asmaramu. Memang benar, konflik akan terus ada dalam hidup manusia. Termasuk dalam hubungan asmaramu, akan selalu ada permasalahan demi permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Namun, tak jarang sebagai manusia kita gagal untuk merespon konflik dengan baik.

Banyak kegagalan suatu hubungan terjadi karena kurang mengenal pasangan dengan baik. Sangat diperlukan kepekaan untuk tahu dan paham, karakter kita dan pasangan itu seperti apa. Di artikel ini, stpauljaycees.org akan membahas beberapa ciri atau tanda seseorang yang berpotensi untuk jadi pemicu konflik dalam suatu hubungan. Apa saja ya?

Punya kecenderungan untuk pakai ‘kacamata’ diri sendiri

Ciri pasangan yang seperti ini, kurang bisa membangun hubungan dengan pondasi yang kokoh. Memakai ‘kacamata’ diri sendiri berarti tidak bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika menghadapi suatu masalah, pasangan cenderung melihat masalah dan berusaha mananganinya dengan sudut pandang dia sendiri.

Membangun suatu hubungan, kita juga harus bisa menempatkan diri pada posisi pasangan. Kalau tidak bisa, bisa jadi pemicu konflik berkepanjangan karena hubungan tidak dibangun oleh satu orang saja.

Dipenuhi dengan pertanyaan, yang berujung membuat asumsi berlebihan

Overthinking bisa jadi salah satu penyebabnya. Terlalu banyak memikirkan suatu hal, kemudian muncul pertanyaan. Dari pertanyaan itulah yang akan membawa pasangan pada asumsi. Misalnya, pasangan yang lihat kita dekat dengan lawan jenis, kalau tidak ada kepercayaan bisa muncul pemikiran negatif. Negative thinking lahir dari kecurigaan, sehingga timbul pertanyaan.

Mudah Berpindah Hati dan Menikah Dengan Perempuan Lain

Awas, dalam kesempatan kecil pun ia bisa memanfaatkan keadaan

Lebih daripada negative thinking dan terlalu posesif, pasangan yang seperti ini jadi racun dalam suatu hubungan. Hati-hati dalam memilih pasangan, kamu harus benar-benar tahu bagaimana karakternya. Jangan sampai kamu terlibat dalam hubungan dimana selama ini kamu hanya dimanfaatkan.

Pasangan yang seperti ini hanya peduli dengan kebutuhannya sendiri, ia selalu mencari kesempatan untuk memanfaatkan kamu demi kepentingannya. Tidak hanya berupa materi, namun juga kasih sayang. Ia dapat menjadi sosok yang begitu baik dan manis, namu mudah juga meninggalkanmu tanpa sebab.