Kategori
Uncategorized

5 Saran untuk Anda Sebelum Menikah

5 Saran untuk Anda Sebelum Menikah,Pertunangan adalah salah satu langkah awal dalam membangun bahtera rumah tangga. Banyak pasangan kekasih melakukan pertunangan sebelum menikah.

http://www.greyblocker24.com/

Hanya saja, tak sedikit pula pasangan yang melakukan kesalahan setelah bertunangan. Tak lama setelah resmi bertunangan, mereka langsung mengambil langkah terburu-buru menuju pernikahan, yang tak jarang dampaknya justru tidak baik.

Kesalahan apa yang harus harus dihindari oleh pasangan yang baru saja bertunangan? Berikut lima  antaranya, seperti lansir Huffington Post:

1. Jangan langsung mengundang orang ke pernikahan
Bila langsung mengundang orang untuk datang ke pernikahan, kita sulit untuk membatalkannya. Padahal kita belum tahu pasti berapa tamu yang akan undang atau sesuaikan dengan kapasitas tempat resepsi serta biaya yang butuhkan. Tunggulah sampai biaya yang butuhkan untuk pernikahan sudah jelas.

5 Saran untuk Anda Sebelum Menikah

2. Jangan langsung setuju membayar semua biaya
Sungguh sebuah kesalahan besar bila kita menuruti semua permintaan dan biaya dari penyelenggara pesta pernikahan. Coba dulu buat daftar apa saja yang bisa lakukan sendiri untuk menekan biaya

http://lamarieeenfolie.com/.

3. Jangan libatkan orang tua secara penuh
Orang tua memang wajib libatkan dalam pernikahan anaknya, terutama mereka yang memiliki budaya Timur. Tapi prioritas utama untuk merencanakan pernikahan tetap dengan pasangan. Jangan sampai orang tua ikut mendikte segalanya, seperti  mana resepsi akan adakan, atau harus menikah  masjid atau gereja tempat orang tua dulu menikah.

4. Undang kerabat secara berimbang
Hindari mengundang kerabat dengan tidak seimbang, misalnya calon mempelai laki-laki lebih dominan sehingga merasa keluarga dan kerabatnya yang harus undang lebih banyak. Cobalah untuk membuat daftar undangan dari pihak pria dan wanita seimbang.

5. Hindari menyukai gaun pengantin pertama yang dilihat
Banyak wanita yang langsung kepincut dengan gaun pengantin yang pertama mereka lihat  penjual atau butik. Lebih baik coba dulu beberapa gaun untuk mendapatkan yang terbaik dan memberi kepuasan, bukan penyesalan.

6 Belum punya kebiasaan dengan nama panggilan baru

Sampai kini kamu seringkali menyebutkan si dia sebagai ‘pacar’ atau ‘tunangan’, sesudah menikah pastinya panggilan untuk ia berubah menjadi ‘suami’ atau kamu memiliki panggilan sayang lainnya kepada suami kamu. Pada tahun pertama pernikahan kata ‘suami’ ini masihlah merasa aneh untuk kamu. Mungkin saja dalam beberapa kesempatan kamu masihlah salah menyebutkan suami sebagai tunangan atau pacar.

Tetapi hal ini masih menjadi sebuah kewajaran dalam sebuah pernikahan, dengan berjalannya waktu kamu akan terbiasa dengan hal ini. Dan kamu akan merasa terbiasa dengan panggilan baru tersebut. Bahkan suami kamu pun mungkin akan memiliki panggilan khusus kepada kamu.

 

Kategori
Uncategorized

Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu

Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu

Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu – Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.

Membahas tentang relationship, semua orang mungkin tahu kalau kedewasaan diri adalah salah satu hal penting dalam membina hubungan. Terlepas dari berapapun umur yang sedang menjalani hubungan, kalau tidak ada kedewasaan dari masing-masing pihak maka hubungan pun bisa berubah jadi melelahkan terutama pada mental.

Begitupun denganmu, ada sikap-sikap childish yang bisa membuat mental pasanganmu capek pacaran denganmu, lho. Berikut ini contoh Daftar ID Club388 di antaranya, simak baik-baik!

1. Gak mengerti kesibukan pekerjaan dengan terus mencecar
5 Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu!

Sikap keanak-anakan pertama yang buat mental pasanganmu capek dalam menghadapimu ialah jika kamu tidak pernah mengerti tentang kesibukan pekerjaan dan selalu daja mencecarnya. Kamu terus saja menghubunginya dan memintanya untuk meluangkan waktu, meski tahu kalau dia sedang sangat sibuk. Sangat childish, dan daripada tambah sayang dia malah lama-lama capek menghadapi sikapmu itu.

2. Bertindak sesuka hati di depan umum kalau ngambek atau marah
5 Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu!

Bertindak sesuka hati di depan umum saat sedang marah atau ngambek juga merupakan sikap childish yang bikin pasangan jadi capek secara mental. Karena kesannya jadi seperti mencari perhatian orang-orang dengan marah-marah di depan umum, bikin malu. Dan gak semua orang sabar dalam menghadapi pasangan yang seperti ini terus-terusan, lho.

3. Semua permasalahan selalu diposting ke sosial media sampai semua orang tahu
5 Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu!

Memposting permasalahan dan mengeluh di sosial media sehingga semua orang tahu kalau kalian sedang bertengkar. Hal ini sama sekali bukan tindakan yang dewasa, dan mengumbar-ngumbar masalah seperti itu tentu bikin siapa saja capek, apalagi kalau semua orang jadi ikut campur dan kepo.

4. Menuntut banyak hal atas nama cinta
5 Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu!

Kamu merasa bisa menuntut apa saja darinya dengan alasan cinta, padahal gak seperti itu cara kerja cinta yang sebenarnya. Hanya karena kamu mencintai dia, dan dia mencintaimu, kamu menginginkan dia selalu patuh dan menuruti semua keinginanmu dalam hubungan.

5. Mengadu dan kerap melibatkan orang lain ke dalam masalah yang di alami berdua
5 Sikap Childish Ini Buat Mental Pasangan Capek Pacaran Denganmu!

Pasanganmu lama-lama bisa capek secara mental karena kenyamanan di dalam hubungan jadi hilang dengan banyaknya ikut campur orang lain, yang mana masalah yang sederhana bisa jadi rumit. Jadi kurang-kurangilah sikap seperti ini jika ingin dia betah denganmu, ya.

Itulah tadi beberapa sikap keanak-anakan yang buat pasangan jadi capek secara mental dalam menjalin hubungannya denganmu. Bikin gak betah dan menghilangkan kenyamanan dalam hubungan.

Kategori
Uncategorized

Berikut adalah Alasan-alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran

Berikut adalah Alasan-alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran

Berikut adalah Alasan-alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran – Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Tradisi  pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat.

Di mulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat di pengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Pacaran merupakan tahap yang lumrah di alami manusia.

Terutama di saat usia yang masih belia dan mudah sekali untuk jatuh cinta. Rasanya tak afdol kalo gak pernah pacaran di masa muda. Namun, bagi beberapa orang IDN Poker APK, pacaran bukanlah prioritas utama karena masih banyak hal lain yang di anggap lebih penting dan berguna.

1. Belum menemukan orang yang tepat
5 Alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran, Prinsip atau Nasib Nih?

Salah satu alasan kamu tentunya adalah belum bertemu dengan orang yang menurutmu pantas dan tepat untukmu. Daripada harus menjalin hubungan yang salah dan gak jelas, kamu lebih baik menunda untuk membuka hati pada orang lain.

2. Gak mau terlibat drama percintaan
5 Alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran, Prinsip atau Nasib Nih?

Dalam hubungan percintaan, tentunya gak bisa di pungkiri terjadi konflik atau pertengkaran. Hal itu bisa jadi alasanmu untuk gak pacaran saat ini yaitu gak mau berlarut-larut dalam drama percintaan yang tentu tak ada habisnya.

3. Masih belum move on dari hubungan sebelumnya
5 Alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran, Prinsip atau Nasib Nih?

Move on memang bukanlah perkara mudah, apalagi jika kenangan-kenangan masa lalu seringkali muncul di benak pikiran kita. Duh, kamu sadar gak, gagal move on merupakan salah satu penyebab kamu masih belum mau membuka lembaran baru lho.

4. Mau fokus pendidikan / pekerjaan
5 Alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran, Prinsip atau Nasib Nih?

Klise sih, tapi ini benar adanya. Kamu memang mau fokus dan memprioritaskan serta mempertanggung jawabkan pendidikan ataupun pekerjaan yang ada di depan mata kamu. Daripada habisin waktu untuk cinta-cintaan, mending kejar deadline dulu deh.

5. Lagi pengen sendiri
5 Alasan Kenapa Kamu Belum Mau Pacaran, Prinsip atau Nasib Nih?

Sebanyak apapun alasan, pada akhirnya sebenarnya kamu hanya pengen sendiri saja untuk saat ini. Gak ada niatan untuk mencari pengisi hatimu yang masih kosong. Bukan gak mau membuka hati untuk orang lain, hanya saja kamu sedang tidak ingin bersama siapa-siapa dan memilih menjalani hidup secara mandiri dulu.

Kategori
Uncategorized

Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan -Pasangan adalah orang penting lainnya dalam pernikahan, ikatan sipil, atau pernikahan hukum adat. Istilahnya netral gender, sedangkan pasangan laki-laki adalah suami dan pasangan perempuan adalah istri.

Dalam menjalin hubungan kita menginginkan pasangan yang bisa bersikap dewasa. Dalam arti memiliki pemikiran dan tindakan yang matang dan berorientasi ke depan. Namun nyatanya, usia bukanlah patokan yang menunjukkan kedewasaan seseorang.

Ada yang umurnya sudah terbilang cukup, tapi dalam segi pemikiran masih kekanak-kanakan. Namun juga sebaliknya, memiliki usia yang masih muda tapi pemikiran yang ia tunjukkan sangatlah matang. Nah, berikut APK IDNPlay tanda kalau pasanganmu belum cukup dewasa dalam menjalin hubungan.

1. Suka memperdebatkan hal-hal yang sepele
5 Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Tanda pertama bahwa pasanganmu belum cukup dewasa yaitu dia suka sekali memperdebatkan hal-hal yang sepele. Punya sedikit pandangan yang berbeda ia langsung nggak terima, kamu memberi masukan dia tidak mau mendengarkan, hingga ujung-ujungnya ia suka sekali memperdebatkan hal-hal simpel tersebut.

Padahal, itu semua bisa kalian bicarakan secara baik-baik. Sifatnya yang childish inilah kadang menimbulkan konflik nggak perlu.

2. Selalu menuntut pasangan menjadi apa yang dia mau
5 Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Tanda selanjutnya yaitu ia menuntutmu menjadi apa yang ia mau. Barangkali ia menginginkan kamu jadi pribadi yang lebih baik, itu memang bagus. Namun, selalu menuntut pasangan secara berlebihan justru bisa menjadi bumerang tersendiri.

Kamu nggak bisa menjadi diri sendiri, mau nggak mau harus selalu menuruti kemauannya, alhasil kamu jadi lelah menjalani hubungan tersebut. Selalu menuntut pasangan inilah yang jadi tanda kalau pasanganmu belum cukup dewasa, padahal setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

3. Suka membanding-bandingkan dirimu dengan mantannya dulu
5 Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Aduh, namanya masa lalu alangkah baiknya dibiarkan jadi masa lalu saja, nggak usah diungkit apalagi dia sengaja membandingkan dirimu dengan mantannya dulu. Entah membandingkan karena sifatnya, tentang materi, atau apa pun itu.

Kalau pasanganmu melakukan seperti ini tandanya ia tidak bisa menghargai kamu sebagai kekasihnya sekarang. Maka, jika kamu masih mau bertahan dalam hubungan ini, nasihatilah dia secara pelan-pelan supaya sifatnya bisa berubah.

4. Belum punya tujuan hidup yang serius ke depannya
5 Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Tanda selanjutnya yang menunjukkan pasanganmu belum cukup dewasa dalam menjalin hubungan yaitu, dia belum punya tujuan hidup yang serius untuk ke depannya.

Jika kamu tanya akan dibawa ke mana hubungan ini dia masih bingung, apa tujuan dari hubungan kalian dia masih tidak tahu, itu artinya dia memang belum memiliki pandangan yang serius dalam hubungan tersebut. Padahal kalau hubungan ini memang diniatkan untuk serius, maka hal-hal tersebut harus kalian pikirkan mulai sekarang.

5. Masih menganggap hubungan hanya main-main
5 Tanda Pasangan Belum Cukup Dewasa dalam Menjalin Hubungan

Tanda terakhir bahwa pasanganmu belum cukup dewasa yaitu dia masih suka main-main dalam hubungan. Dalam pikirannya cuma senang-senang saja, dan hubungan ini ada hanya sebagai pelampiasan supaya nggak kesepian.

Dia selalu menginginkan hubungan ini diliputi kesempurnaan dan nggak pernah mau serius untuk ke depannya. Waduh, kalau hubungan saja bertujuan cuma main-main itu hanya akan membuang-buang waktumu.

Kategori
Uncategorized

Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan ke Media Sosial

Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan ke Media Sosial

Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan ke Media Sosial – Kesedihan atau nelangsa adalah suatu emosi yang ditandai oleh perasaan tidak beruntung, kehilangan, dan ketidakberdayaan. Saat sedih, manusia sering menjadi lebih diam, kurang bersemangat, dan menarik diri. Kesedihan dapat juga dipandang sebagai penurunan suasana hati sementara, sedangkan depresi sering dicirikan dengan penurunan suasana hati yang persisten dan besar yang kadang disertai dengan gangguan terhadap kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan hariannya.

Menangis adalah salah satu indikasi dari kesedihan. Setiap orang punya bentuk pertahanan diri tertentu dalam menyelesaikan masalah. Jika orang dahulu biasa menyalurkan emosinya lewat diary atau blog pribadi, sekarang orang bisa leluasa membagikan lewat media sosial mereka. Semua pelepasan emosi sedih lewat media sosial, menurut penulis Rebecca Reid dalam The Conversation, erat kaitannya dengan istilah sadfishing.

Yang mana merupakan perilaku mengunggah materi sensitif emosional dan personal untuk mendapat simpati dan perhatian orang di internet. Padahal gak setiap orang yang menjadi pengikut agen idn poker99, memahami permasalahan yang di alami. Bahkan tak sedikit yang justru memberi komentar negatif atau melakukan perundungan siber (cyberbullying). Jika sudah tahu dampaknya, apa saja sih kesedihan yang gak perlu kamu tuangkan ke media sosial? Simak di artikel berikut, deh!

1. Kesedihan akibat keterasingan karena perubahan status persahabatan
5 Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan di Media Sosial, Jangan Diobral!

Banyaknya platform media sosial sekarang, seharusnya bisa kamu manfaatkan sebagai sarana ekspresi dan eksplorasi yang positif. Namun kemudahan akses dan umpan balik yang orang berikan, cukup menggiurkan untuk melepaskan emosi negatif, bahkan yang berhubungan dengan relasi persahabatan.

Tapi kalau di pikir-pikir lagi, buat apa mencari perhatian orang karena tragedi yang menimpamu? Syukur-syukur kalau ada yang peduli, tapi kalau justru banyak yang memberi label kamu lebay bagaimana?

Alangkah baiknya kamu curhat sama orang yang di percaya daripada mencari perhatian di media sosial yang belum tentu orang memahaminya. Bukannya menerima simpati atau solusi, bisa jadi mereka jengah.

2. Kesedihan karena konflik hubungan romansa atau keluarga
5 Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan di Media Sosial, Jangan Diobral!

Banyak yang masih berharap jika ada yang mengerti dirinya setelah menceritakan pengalaman soal hubungan personal dan keluarga. Mungkin kalau itu untuk tujuan positif supaya jadi pelajaran bagi orang, boleh-boleh saja.

Tak menutup kemungkinan kamu justru lebih sedih lagi apabila tak satu pun dari mereka yang simpati. Masalah hubunganmu dengan pasangan sebaiknya cuma kamu dan dia yang tahu. Pun persoalan dengan keluarga karena ini merupakan ranah privat individu.

3. Kesedihan karena gagal memenuhi tuntutan, seperti dalam akademik
5 Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan di Media Sosial, Jangan Diobral!

Hidup ini bukan untuk meratapi kegagalanmu, apalagi buat urusan akademik. Sebab, yang namanya belajar itu pasti gak bisa lepas dari kegagalan. Setiap orang punya kelebihan dan kelemahan pada setiap bidang pelajaran.

Mengeluh boleh, tapi memberi tahu orang di media sosial tentang satu kegagalanmu itu kayaknya gak etis buat jadi kebiasaan. Bukankah justru dengan gagal, kamu bisa mengevaluasi diri dan lebih baik lagi? Kalau berhasil, baru pamerkan itu media sosial.

4. Kesedihan karena kerugian institusional atau masalah yang ada di kantor
5 Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan di Media Sosial, Jangan Diobral!

Dengan membagikan masalah personal terkait kantor, bikin kamu di nilai gak profesional dalam bekerja. Bayangkan jika apa yang kamu bagikan di lihat sama rekan, atasan, atau bawahan! Nanti mereka jadi segan karena kamu terlihat seperti tak mampu mengendalikan emosi.

Simpan baik-baik rasa marah, sedih, hingga kecewa itu dan ubah jadi bahan bakar untuk semangat menghadapi pekerjaan selanjutnya. Atau, kamu bisa menyalurkannya kepada support system dan orang yang kamu percaya.

5. Kesedihan karena pelepasan seperti habis putus
5 Kesedihan yang Gak Perlu Dituangkan di Media Sosial, Jangan Diobral!

Apa yang ada di benakmu ketika melihat teman mencurahkan perasaannya di media sosial karena habis putus? Kamu barangkali cuek dan berpikir bahwa itu hak dia, tapi gak setiap orang memiliki pemikiran seperti dirimu.

Ada dari pengikut mereka yang barangkali kurang nyaman dan menilai orang seperti itu memiliki pengendalian diri yang buruk. Kamu tentu gak mau bukan di cap seperti ini bukan?

Melepas emosi seperti kesedihan di media sosial, mungkin membuat lega sesaat. Tapi, itu gak menjamin masalah selesai atau orang lain mengerti keadaanmu.

Kalau pun emosi itu sudah gak bisa kamu atasi sendiri, kamu bisa meminta tolong pada profesional atau orang terdekat yang kamu percaya untuk membantu.

Kategori
Uncategorized

Etika Menggunakan Media Sosial Agar Berinteraksi Lebih Nyaman

Etika Menggunakan Media Sosial Agar Berinteraksi Lebih Nyaman

Etika Menggunakan Media Sosial Agar Berinteraksi Lebih Nyaman – Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Zaman sekarang komunikasi sudah lebih banyak dilakukan melalui media sosial, terlebih dengan kondisi pandemi yang membatasi ruang gerak. Dalam berinteraksi dengan pihak lain di media sosial tentu saja kita sebaiknya menjalaninya dengan etika tertentu seperti layaknya berinteraksi melalui tatap muka.

Hal tersebut tidak lain bertujuan untuk berinteraksi dengan sopan dan menjaga kenyamanan semua pihak. Berikut adalah beberapa etika yang sebaiknya kita terapkan dalam Daftar ID Club388 menggunakan media sosial.

1. Hindari oversharing
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Ketika menggunakan media sosial sebaiknya hindari oversharing.  Oversharing ini adalah berbagi terlalu banyak hal-hal yang sifatnya pribadi dan intim atau bahkan terlalu banyak berbagi hal-hal yang kurang bermanfaat. Hindari juga berbagi di media sosial ketika sedang berada di bawah pengaruh alkohol karena terlihat gak bertanggung jawab, ceroboh, dan rentan berujung penyesalan.

2. Beri saran hanya ketika diminta
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Gak hanya di media sosial, dalam kehidupan nyata pun sebaiknya kita hanya memberikan saran ketika di minta. Di media sosial banyak orang yang memberikan saran dan kritikan pada orang lain yang gak terlalu di kenal. Apabila saran dan kritik di sampaikan dengan tujuan dan bahasa yang baik, mungkin masih bisa di terima. Namun tetap lebih bijak hindari memberikan saran pada siapa saja tanpa di minta, terutama jika gak kenal dan gak bisa menggunakan bahasa yang baik dan santun.

3. Jangan menjadi typo police
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Typo police adalah mereka yang gemar mengoreksi kesalahan orang lain dalam penulisan yang gak sesuai kata baku, kaidah penulisan yang baik dan benar, grammar, atau bahkan pengucapan. Ketika menjadi typo police dan melaksanakan “tugas” dengan menyasar berbagai orang di media sosial dan mengoreksi di depan umum, Anda sudah menjadi orang yang sangat menyebalkan. Jika ingin mengoreksi kesalahan demikian, sampaikan dengan cara mengedukasi atau sampaikan di media tertutup, bukan mengoreksi dengan mempermalukan di depan umum.

4. Post foto teman dalam kondisi gak layak
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Teman yang terlihat gak layak ini misalkan hasilnya buram, teman sedang tak sengaja memejamkan mata, atau hal lain yang di luar kondisi alami teman ya intinya. Selain tindakan yang egois, kita juga tampak gak peduli perasaan dan emosi teman kita. Demikian juga ketika melakukan editing, biasakan untuk mengedit semua orang dalam foto, gak hanya mengedit wajah sendiri agar tampak paling terang, halus, dan menarik.

Jadi mari hindari kebiasaan yang berpegang pada prinsip “biarin deh dia atau mereka jelek, yang penting aku cakep.” saat mengunggah foto bersama-sama. Lagipula bukankah akan lebih menyenangkan jika dalam foto, tampak baik dan menarik semuanya?

5. Selalu minta izin sebelum mengunggah
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Mirip dengan poin nomor empat, kita harus memastikan bahwa teman kita mengizinkan kita mengunggah foto dengannya atau di tempat tinggalnya. Ketika berfoto di tempat tinggal orang lain, biasakan meminta izin karena tempat tinggal merupakan tempat pribadi (privacy) dan kita sebaiknya gak melanggar privacy orang lain. Selain itu, kita juga menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang paham etika, memiliki sopan santun, dan menghargai perasaan orang lain.

6. Perhatikan kenyamanan orang lain di tempat umum
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Ketika merekam sebuah momen di tempat umum dan mengunggahnya di media sosial, pastikan kita gak mengganggu kenyamanan orang lain. Hal tersebut terkait ketika merekam, kita gak terlalu bising. Pergerakan kita gak mengganggu kegiatan orang lain, dan tetap sampaian izin atau minimal permisi.

7. Etika menghubungi melalui messengger app
7 Etika Menggunakan Media Sosial, Agar Berinteraksi Lebih Nyaman 

Sebaiknya mengirimkan pesan di jam kerja jika terkait pekerjaan. Karena kita juga harus menghargai kehidupan pribadi orang lain di luar jam kerja. Hindari mengirim pesan yang bersifat spam. Dan sebaiknya langsung ke inti yang ingin disampaikan diiringi dengan salam pembuka. Dan penutup atau minimal ucapan terima kasih.

Demikian juga ketika membalas pesan, usahakan membalas dalam kurun waktu maksimal 24 jam setelah kita membaca pesan. Ketika pesan yang di kirimkan tidak kunjung di balas. Boleh mengirimkan ulang sebagai pengingat setelah 24 jam karena bisa saja penerima pesan sedang sangat sibuk. Atau ada keperluan pribadi yang menyebabkannya tidak bisa bergegas membalas pesan.

Etika dalam menggunakan media sosial yang bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari justru kerap di abaikan. Semoga kita semua selalu menjadi manfaat dan tetap bijak dalam berinteraksi di media sosial ya!

Kategori
Uncategorized

Tak Jadi BAB, Mariyono Temukan Mayat Yang Membusuk

Tak Jadi BAB, Mariyono Temukan Mayat Yang Membusuk

Tak Jadi BAB, Mariyono Temukan Mayat Yang Membusuk – Niat Mariyono ingin buang hajat di Sungai Semang urung terlaksana, lantaran dirinya menemukan sosok mayat yang telah membusuk di tepian aliran kali tersebut.

Padahal warga Desa Gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk  sudah kebelet ingin buang air besar di sungai tersebut pada Rabu.

Dilansir dari https://worcestershiresoldier.org cerita ini bermula saat pria berusia 45 tahun itu hendak buang hajat pada Rabu siang sekira pukul 12.00 WIB. Ketika sampai di dekat lokasi tempatnya untuk BAB, Mariyono kaget melihat jasad mayat yang sudah membusuk di tepian sungai.

Lantaran itu, dia bergegas pulang ke rumah dan langsung menelepon aparat linmas setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Kepala Desa Gempol, Sumarsono.

Mendengar kabar tersebut, Sumarsono langsung bergegas ke lokasi untuk memastikan temuan mayat yang sudah membusuk.

Temuan ini lantas dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Rejoso.

“Mayatnya laki-laki yang memang sudah membusuk,” kata Kapolsek Rejoso AKP Burhanudin Rabu (30/9/2020).

Aparat kepolisian yang menerima laporan tersebut bergegas ke lokasi.

Berdasarkan pada hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh mayat tersebut.

Mayat sulit dikenali

“Mr X ini tanpa identitas, jenis kelamin laki-laki, tidak berpakaian dan jenazah sudah mengalami pembusukan. Kemudian jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk,” kata Burhanudin.

Mayat yang ditemukan warga ini memang sudah tak bisa dikenali. Meski begitu, jasad tersebut memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 160 centimeter, kulit sawo matang, laki-laki, rambut, kumis dan jenggot berwarna putih.

Kini, kasus temuan mayat membusuk ini masih didalami aparat. Polisi telah memintai keterangan beberapa saksi. Aparat kepolisian juga sudah memintakan visum et repertum (VER) atas mayat tersebut.

Kategori
Uncategorized

Alasan Gak Perlu Terlalu Cepat Menjalin Hubungan Asmara

Alasan Gak Perlu Terlalu Cepat Menjalin Hubungan Asmara, Anti Nyesel

Alasan Gak Perlu Terlalu Cepat Menjalin Hubungan Asmara – Ketika perasaan cinta muncul, seseorang ada yang memilih langsung menyatakannya dan adapula yang menunggu hingga waktu yang tepat. Namun menyatakan’Aku mencintaimu’terlalu cepat sepertinya bukan ide yang bagus.

Beberapa orang memutuskan untuk membangun hubungan asmara karena keinginan sendiri dan memang siap berkomitmen. Tapi nyatanya, gak semua orang seperti itu. Sebagian lagi, ada yang menjalin hubungan dengan tergesa-gesa karena beberapa faktor.

Sayangnya, menjalin hubungan asmara terlalu cepat juga bisa memiliki dampak negatif. Untuk menghindari penyesalan di kemudian hari, lebih baik kamu gak perlu terlalu cepat menjalin suatu hubungan. Di bawah ini adalah beberapa alasannya. Yuk, langsung dicek!

Untuk sekadar menghindari tekanan sosial dari lingkungan sekitar

Dilansir taupier.net tekanan sosial dari lingkungan atau masyarakat, memang sering kali membuat kita hilang kesabaran. Tapi, jangan sampai kamu menjalin hubungan dengan terburu-buru karena hal ini ya!

Ketika gak ada ketulusan, rasa cinta, dan komitmen yang serius, hampir bisa dipastikan sebuah hubungan asmara gak akan bertahan lama. Bukan hanya kamu bisa menyakiti orang lain, tapi kamu sendiri juga bisa terkena dampak negatifnya.

Kamu dan orang tersebut mungkin belum terlalu mengenal satu sama lain dalam waktu relatif singkat

Alasan selanjutnya yakni karena kamu dan orang tersebut mungkin belum benar-benar mengenal satu sama lain. Untuk menjalin hubungan, tentunya kamu perlu cukup waktu untuk benar-benar bisa memahami karakter dan kepribadiannya secara menyeluruh.

Jika nantinya kamu tahu bahwa personality kalian ternyata gak kompatibel antara satu sama lain, maka gak akan ada penyesalan atau sakit hati lantaran terlalu cepat menjalin hubungan asmara yang pada akhirnya harus kandas di tengah jalan.

Anda Terlihat Seperti Tipe yang Obsesif

Takut akan kesepian dan merasa perlu dicintai oleh seseorang

Kalau kamu menjalin hubungan hanya didasarkan pada perasaan takut kesepian, coba pikirkan kembali! Pada dasarnya, setiap orang perlu merasa cukup dan bahagia dengan dirinya sendiri.

Saat berpikir kamu butuh orang lain untuk bahagia, percayalah hal itu bisa menyakiti dirimu di masa depan! Sama halnya ketika kamu merasa perlu dicintai oleh seseorang.

Mendapatkan cinta dari orang lain memang hal yang baik, tapi gak ada yang bisa mengalahkan cinta dari dirimu sendiri. Jadi, belajarlah untuk mencintai dan menghargai diri kamu sendiri terlebih dulu!

Hanya karena kamu ingin cepat-cepat move on dari hubungan yang gagal sebelumnya

Masih ada orang yang menganggap move on itu berarti menjalin hubungan baru dengan orang lain. Padahal, gak harus seperti itu. Seharusnya, move on dimaknai dengan perasaan baik-baik saja alias gak lagi sakit hati ketika mengingat hubunganmu yang lama.

Selain itu, move on juga bisa berarti bahwa kamu sudah menemukan banyak hal lain yang bisa membuatmu bahagia. Kalau kamu membangun hubungan baru dengan dalih move on, sangat besar kemungkinannya hubunganmu nanti gak akan berjalan mulus.

Hubungan yang dijalani dengan terburu-buru bisa mengakibatkan relationship burnout

Hubungan yang dijalani perlahan tapi pasti, jauh lebih meyakinkan dibanding yang terburu-buru. Pasalnya, ketika kamu membangun sebuah hubungan dengan tempo serba cepat, maka akan ada masanya di mana kamu dan pasangan merasa jenuh atau letih.

Apalagi jika kalian selalu menghabiskan waktu bersama, hingga gak punya personal space masing-masing. Jangan heran kalau nantinya kalian malah merasa lelah dan kerap berpikiran untuk menyudahi hubungan tersebut.

Itulah alasan penting mengapa kamu gak perlu buru-buru dalam menjalin hubungan asmara. Selain faktor internal, ada juga faktor eksternal yang patut kamu pertimbangkan. Daripada menyesal belakangan, lebih baik hindari hal-hal yang malah akan menyakiti dirimu sendiri ya!