Categories
Relationship

Tipe Intimasi yang Wajib Dipahami 

Gak Cuma Hubungan Seksual, Ini Tipe Intimasi yang Wajib Dipahami

Tipe Intimasi yang Wajib Dipahami – Ketika berpikir tentang keintiman, banyak orang pasti akan mengartikan sebagai hubungan seksual. Padahal keintiman antar pasangan suami-istri tidak hanya sebatas bercinta.

Tenyata, alasan dua orang teralienasi atau merasa sendiri dan tidak cocok satu sama lain ialah berakar dari adanya masalah kedekatan atau intimasi. Intimasi menjadi faktor krusial yang mempengaruhi hubungan individu.

Nah, ternyata ada tipe intimasi yang wajib kita ketahui. Mengetahui tipe kedekatan mampu menjadi landasan untuk renungan dan intropeksi kala hubungan mulai terasa hambar. Atau bahkan memperkuat ikatan yang telah ada. Dari pada penasaran, yuk kita cek apa saja tipe-tipenya lewat twohearts-camping.com berikut ini!

Mencari kesenangan bersama, rekreasional menjadi intimasi tipe kedua nih! 

Di mana dua orang saling terhubung dan dekat dengan sama-sama melakukan suatu kegiatan yang memberikan kesenangan. Seperti saling melakukan hobi dan kesukaan bersama, jalan-jalan, menonton film dan sebagainya. Kegiatan seperti ini mampu membangun intimasi dan kedekatan lho.

Gak cuma hubungan seksual, kedekatan fisik lebih dari itu 

Sudah pasti dalam kedekatan fisik ada hubungan seksual. Tapi tak hanya itu kegiatan non seksual seperti cuddling, bergandengan tangan atau pelukan juga termasuk kedekatan fisik lho.

Hubungan Cinta Hanya Akan Berjalan Tanpa ‘Nyawa’

Memiliki kepercayaan dan keyakinan, kedekatan spiritual itu ada lho! 

Kedekatan atau intimasi paling terpenting dari semua tipe adalah kedekatan secara spiritual. Jika seseorang memiliki keyakinan, pandangan yang sama tentang dunia semua kedekatan atau intimasi yang lainnya akan mengikuti.

Biasanya kedekatan dan keterhubungan secara spiritual harus dibangun bersama dan tumbuh tidak terpisah. Spiritual tak hanya perihal doa atau beribadah bersama, tapi juga bagaimana bisa bersama-sama menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dekat secara intelegensi, bisa saling membagi ide dan pendapat masing-masing 

Kedekatan secara intelegensi juga salah satu kedekatan yang fundamental nih. Suka atau tidak kedekatan intelegensi juga mempengaruhi hubungan. Jika dua orang memiliki tingkat intelegensi yang sama mereka mampu berbagi pikiran dan nyambung saat berbicara.

Kedekatan secara intelegensi bisa diartikan pula saat dua orang membangun kedekatan dengan berbagi ide pikiran, saling mengkritisi sesuatu dan berbagi proses mental masing-masing.

Intim secara emosi dan perasaan juga penting nih! 

Kedekatan secara emosi terkadang tumpang tindih dengan  kedekatan intelektual. Yang perlu ditekankan adalah, bahwa kedekatan secara emosi lebih tertuju pada berbagi apa yang dirasakan terhadap sesuatu peristiwa.

Nah, masalah kedekatan emosional yang sering kita temui adalah permasalahan cowok yang gak bisa menebak apa yang dipikirkan cewek yang berujung pada olokan tidak peka. Akar permasalahannya adalah cowok yang memang memiliki kemampuan dalam mengartikan emosi di bawah cewek.

Nah, semoga paparan di atas bermanfaat yah! Kalo kamu tipe paling cocok dengan intimasi nomor berapa nih? Bagikan di kolom komentar yuk!

Categories
Relationship

Ciri Pasangan Pemicu Konflik Bikin Hubungan Retak

Ciri Pasangan Pemicu Konflik Bikin Hubungan Retak, Jangan Toleransi!

Ciri Pasangan Pemicu Konflik Bikin Hubungan Retak – Setiap pasangan yang menjalin hubungan serius tentu ingin kisah asmaranya berakhir di pelaminan. Terlebih lagi jika hubungan tersebut sudah terjalin cukup lama, tentu kita sudah mulai mendambakan pernikahan.

Selain konflik yang cukup menguras batin di lingkungan kerja, kamu pun masih harus menghadapi konflik dalam hubungan asmaramu. Memang benar, konflik akan terus ada dalam hidup manusia. Termasuk dalam hubungan asmaramu, akan selalu ada permasalahan demi permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Namun, tak jarang sebagai manusia kita gagal untuk merespon konflik dengan baik.

Banyak kegagalan suatu hubungan terjadi karena kurang mengenal pasangan dengan baik. Sangat diperlukan kepekaan untuk tahu dan paham, karakter kita dan pasangan itu seperti apa. Di artikel ini, stpauljaycees.org akan membahas beberapa ciri atau tanda seseorang yang berpotensi untuk jadi pemicu konflik dalam suatu hubungan. Apa saja ya?

Punya kecenderungan untuk pakai ‘kacamata’ diri sendiri

Ciri pasangan yang seperti ini, kurang bisa membangun hubungan dengan pondasi yang kokoh. Memakai ‘kacamata’ diri sendiri berarti tidak bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika menghadapi suatu masalah, pasangan cenderung melihat masalah dan berusaha mananganinya dengan sudut pandang dia sendiri.

Membangun suatu hubungan, kita juga harus bisa menempatkan diri pada posisi pasangan. Kalau tidak bisa, bisa jadi pemicu konflik berkepanjangan karena hubungan tidak dibangun oleh satu orang saja.

Dipenuhi dengan pertanyaan, yang berujung membuat asumsi berlebihan

Overthinking bisa jadi salah satu penyebabnya. Terlalu banyak memikirkan suatu hal, kemudian muncul pertanyaan. Dari pertanyaan itulah yang akan membawa pasangan pada asumsi. Misalnya, pasangan yang lihat kita dekat dengan lawan jenis, kalau tidak ada kepercayaan bisa muncul pemikiran negatif. Negative thinking lahir dari kecurigaan, sehingga timbul pertanyaan.

Mudah Berpindah Hati dan Menikah Dengan Perempuan Lain

Awas, dalam kesempatan kecil pun ia bisa memanfaatkan keadaan

Lebih daripada negative thinking dan terlalu posesif, pasangan yang seperti ini jadi racun dalam suatu hubungan. Hati-hati dalam memilih pasangan, kamu harus benar-benar tahu bagaimana karakternya. Jangan sampai kamu terlibat dalam hubungan dimana selama ini kamu hanya dimanfaatkan.

Pasangan yang seperti ini hanya peduli dengan kebutuhannya sendiri, ia selalu mencari kesempatan untuk memanfaatkan kamu demi kepentingannya. Tidak hanya berupa materi, namun juga kasih sayang. Ia dapat menjadi sosok yang begitu baik dan manis, namu mudah juga meninggalkanmu tanpa sebab.